PUSAT ZENI

PELATIHAN JEMBATAN STANDAR ACROW TAHUN 2018 DI GUDPUSZI BOGOR

Jembatan Acrow adalah versi modern pengembangan dari Jembatan Bailey, yang sebelumnya telah diakui sebagai sistem unit jembatan standar terbaik dan paling serbaguna yang pernah dirancang. Menganut sistem modular, buatan pabrik/prefabricated, dapat digunakan sebagai jembatan permanen maupun sementara serta efektif digunakan dalam kondisi darurat. Dalam hal pengerahan, jembatan ini dapat digelar dan dibangun dengan cepat apabila dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Seperti Bailey, seluruh struktur Acrow terbentuk dari sejumlah panel-panel yang dihubungkan dengan sistem dari ujung ke ujung untuk membentuk suatu penopang (truss), dengan sejumlah penopang yang saling terhubung sehingga membentuk suatu struktur bantalan inti muatan suatu beban. Konsep sistem jembatan Acrow seperti ini dikembangkan oleh Thos Storey pada akhir tahun 1960 an. Dengan meningkatnya permintaan akan jembatan yang dapat menahan beban yang lebih berat, badan jembatan yang lebih lebar, dan bentangan jembatan yang lebih panjang dengan kualitas baja dengan masa pakai yang lebih lama. Dalam hal merancang struktur, sulit bagi Storey untuk mewujudkan keinginan pelanggan dengan kondisi Bailey dimana kualitas baja dan pengelasan yang terbatas pada saat itu.

Berdasarkan pengadaan kontrak tahun 2015 oleh Kemenhan, jajaran Satuan Zeni Angkatan Darat akan mendapatkan 13 Set Jembatan Acrow 300 Series. Dengan komposisi 1 set Jembatan Acrow yang akan diterima terdiri dari 13 petak dengan tipe jembatan Triple Single Reinforced (TSR) yaitu satu tingkat dengan 3 lapis jembatan. Jembatan tersebut rencananya akan di distribusikan ke 13 satuan setingkat Batalyon dan Detasemen di jajaran satuan Zeni Angkatan Darat.

Adapun dimensi panel Acrow 300 series, panjang 3,15 m, tinggi 1,549 m, ketebalan 0,17 m dan bobot 275 kg. Pada jembatan inti dalam satu petak jembatan terdapat 2 buah panel dan 2 buah gelagar lintang yang terhubung dengan baut dan peneguhan topang sisi dan topang angin pada bagian bawahnya. Tipe Komponen Dek lantai yang diterima adalah tipe Ultra Wide (UW) Super Heavy dengan panjang 7,182 m, ketebalan 0,254 m, tinggi 0,749 m dan berat 966 kg. Material bagian atas lantai menggunakan plat baja sehingga memberikan kekuatan dan daya tahan yang lebih lama dibandingkan menggunakan bahan kayu.

Pada pelatihan pemasangan Jembatan Acrow konstruksi 3-1, 13 petak yang dilaksanakan di Gudpuszi Cilengsi diikuti oleh personil militer Zeni sebanyak 60 orang terdiri dari satuan :

  1. Yonzipur I Dam I/BB
  2. Yonzipur 5 Dam V/BRW
  3. Yonzipur 6 Dam XII/TPR
  4. Yonzipur 8 Dam XIV/HSN
  5. Yonzipur 17 Dam VI/MLW
  6. Denzipur 3 Dam Jaya
  7. Denzipur 13 Dam XVIII/KSR
  8. Yonzikon 11
  9. Yonzikon 12
  10. Yonzikon 14

Alat Berat Zeni yang digunakan untuk membantu pemasangan:

  1. Mobil Crane
  2. Trailer
  3. Truck Cargo

Waktu pelatihan mulai 22 Januari 2018  sd 2  Februari 2018, dimana yang menjadi Irup pada pelaksanaan pelatihan tersebut dari Kasubditbindiklat Ditziad Kolonel Irpan .

Kelebihan dari jembatan Acrow 300 Series ini dibandingkan dengan pendahulunya adalah:

  1. Dengan adanya peningkatan kualitas baja jembatan Acrow, sangat memungkinkan bagi jembatan ini untuk menerima beban lebih berat dengan jumlah petak yang sama dengan Bailey.
  2. Cukup dengan 2 gelagar lintang pada tiap petaknya untuk segala jenis muatannya.
  3. Dapat menerima muatan yang lebih lebar dimensi dan beratnya.
  4. Ketinggian lantai yang lebih tinggi, sehinga memberikan keleluasaan bagi muatan yang menjorok keluar atau posisi gantung.
  5. Dengan banyaknya kesamaan dalam hal sistem dan komponen dengan jembatan Bailey, sehingga pengalaman dan kebiasaan tersebut dapat dengan mudah diaplikasikan pada jembatan Acrow.
  6. Lebih ekonomis karena hanya membutuhkan struktur ringan dan komponen yang lebih sedikit untuk bentangan dan muatan yang ditentukan, berkaitan dengan kebutuhan mobilisasi yang sedikit dan kecepatan dalam mendirikan jembatan.

Pemasangan Jembatan Acrow dapat dilakukan dengan dua cara yaitu tenaga manusia (hand building) atau menggunakan bantuan alat angkut muat Crane. Untuk jembatan jenis Standard dan Extra wide dapat dibangun dengan mudah menggunakan tangan. Sedangkan untuk jenis Double Wide dan Ultra Wide, dikarenakan bobot gelagar lintang yang cukup berat mencapai 1 Ton sehingga akan menyulitkan apabila tidak dibantu dengan crane sekalipun tetap dapat dilaksanakan. Jumlah personel yang dibutuhkan akan beragam tergantung dari jenis dan tipe kontruksi Jembatan, direkomendasikan jumlah minimal 26 orang hingga 40 orang. Namun demikian apabila dibantu dengan menggunakan Crane atau alat angkat muat lainnya, selain dapat mempercepat proses pemasangan dapat juga meminimalisir jumlah personel yang direkomendasikan minimal 8 orang sampai dengan 20 orang.

Metode pemasangan Jembatan Acrow dapat dilakukan dengan metode Lift In (diangkat), Cantilever Launch (pendorongan) atau kombinasi keduanya. Metode Lift In dapat dilakukan apabila tersedia Crane besar untuk mengangkat beban seluruh jembatan tersebut. Metode ini memiliki keunggulan dalam waktu dan biaya, dimana tidak diperlukan perlengkapan untuk pendorongan seperti rol ayun maupun rol biasa. Setelah dirangkai jembatan tersebut kemudian diangkat menggunakan Crane untuk diletakkan diatas rintangan. Metode pendorongan adalah metode yang paling umum yaitu dengan menggunakan rol pada tepi dekat dan tepi jauh. Kombinasi keduanya dapat dilakukan apabila ruang untuk merangkai jembatan terbatas sehingga dapat dilakukan secara bertahap dari sisi kanan dan kiri.

Pelajaran di kelas

Teodolit untuk mengetahui posis koordinat dan bentangan pemasangan jembatan

Pemasangan panel

Pemasangan panel memerlukan alat bantu crane

Pemasangan jembatan Acrow secara bertahap

Pemasangan jembatan Acrow secara bertahap Panel dan gelagar lintang

Pemasangan jembatan Acrow konstruksi 3-1

https://youtu.be/IFC7CMWMonY