Kesegaran Jasmani bagi seorang prajurit sangatlah penting karena dengan fisik yang sehat, bugar dan prima ia dapat melaksanakan aktivitas keseharian dalam bekerja secara maksimal sehingga timbul semangat dalam bekerja, ide dan motivasi untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Tentunya kegiatan kebugaran ini harus dilaksanakan secara rutin dan terukur untuk menjadikan tubuh yang sehat dan postur tubuh yang ideal. Manfaat yang diperoleh bukan hanya untuk kesehatan diri sendiri tetapi juga untuk mendukung karier pendidikan yang akan dia tempuh.
Untuk lebih mengetahui apa itu Kesegaran jasmani atau kebugaran Jasmani, berikutini beberapadefinisi Kesegaran Jasmani menurut para ahli:
- Sadoso Sumosardjuno (1989 : 9) mendefinisikan Kesegaran Jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari dengan gampang, tanpa merasa lelah yang berlebihan, serta masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan mendadak.
- Menurut Engkos Kosasih (1983: 10) bahwa seseorang berada dalam keadaan fit (memiliki kesegaran jasmani) apabila seseorang cukup mempunyai kekuatan (strenght), kemampuan (ability), kesanggupan, daya kreasi dan daya tahan untuk melakukan pekerjaan dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti.
- Menurut Pusat Pengembangan Kesegaran Jasmani (2010: 1) kebugaran jasmani adalahkondisi jasmani yang bersangkut paut dengan kemampuan dan kesanggupannya berfungsi dalam pekerjaan secara optimal dan efisien.
Kesimpulan PengertianKesegaran Jasmani adalah Kemampuan seseorang atau individu untuk melakukan suatu kegiatan atau aktivitas sehari-harisecara terus menerus tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan masih memiliki cadangan energi atau tenaga untuk melakukan aktivitas yang lainnya.
Menurut pendapat Keneth H Cooper dari USAF (United State Air Forces),penilaian yang berdasarkan katagori pencapaian VO2 Max (Volume Oksigen Maksimal) dan tidak berdasarkan pada T-Score 1-100. Untuk mengetahui pencapaian VO2 Max dapat menggunakan tes lari 1600 meter, 2400 meter dan tes lari 3200 meteryang diciptakan oleh Keneth H Cooper dari USAF (United State Air Forces).Teori ini digunakan oleh militer Amerika Serikat dan selanjutnya digunakan oleh Angkatan Bersenjata negara-negara lain (NATO) termasuk oleh TNI-AD. Tentunya teori Keneth H Cooper ini harus disesuaikan dengan kelompok katagori umur.
Dalam penilaian Tes kesamaptaan jasmani A terdiri dari lari sejauh 3200 meter, pull up, sit up, push up, dan shutle run. Sedangkan untuk pelaksanaan kesemaptaan jasmani B renang militer gaya dada dengan jarak 50 meter menggunakan PDL.
Berdasarkan standarisasi diatas maka pembinaan Kesegaran Jasmani yang dilaksanakan dalam seminggu oleh Maditziadsebagai berikut :
- Selasa, lari 3200 m perorangan dan dilanjutkan dengan pullup, situp, pushup dan suttle run sesuai dengan kemampuan.
- Kamis, lari 2400 m dan dilanjutkan dengan pullup, situp, pushup dan suttle run sesuai dengan kemampuan.
- Jumat, lari 1500 m berkelompok dan dilanjutkan dengan olah raga umum.
- Renang Sebulan sekali pada saat minggu militer.
Manfaatkan fasilitas pangkalan yang ada di satuan untuk membina fisik menjadi bugar dengan diimbangi pola hidup yang sehat diantaranya asupan gizi yang cukup, istirahat dan bekerja serta siraman rohani sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Pengecekan Tensi sebelum lari hari selasa

Pengecekan Tensi sebelum lari hari jumat

Apel pagi pada giat olah raga hari selasa

Pemanasan giat olah raga hari kamis

Pemanasan giat olah raga hari jumat

Lari perorangan 3200 m pada hari selasa

Lari kelompok1500 m pada hari jumat

Lari kelompok 1500 m pada hari jumat

Pullup utk penguatan otot lengan

Situp untuk penguatan otot perut

Suttle run untuk kecepatan dan ketangkasan

Pelemasan

Menikmati Extra fooding selesai giat lari